Yuk, Cari Tahu Sejarah Kaos Gildan

✆ 0822-1603-6341

Bapak Fadil

Ruko pasar ceger Blok A1 No.5. Jurangmangu -  Tangsel

Sejarah kaos Gildan. Produk t-shirt oblong yang fenomenal ini kerap menjadi perbincangan pada 3 tahun terakhir. Tingginya tingkat kebutuhan pasar akan t-shirt oblong yang konon terjamin kontrol kualitasnya ini membuat banyak supplier t-shirt polos baru bermunculan dan bersaing. Apalagi saat Gildan mulai secara resmi merekrut distributor resminya di Indonesia.

Sebagai produsen t-shirt polos dengan komposisi katun alami murni, Perusahaan Gildan mampu menunjukkan kekuatannya hingga kini. Dengan berbagai variasi produk yang disediakan, Gildan mampu menjadi “pemenang” dan mengalahkan produsen t-shirt polos Indonesia.

Pertanyaan-pertanyaan baru pun bermunculan, bagaimana sih sebenarnya awal mula kehebatan Gildan, sehingga bisa menjadi raksasa perusahaan kaos polos? Berikut ini adalah cerita bagaimana Perusahaan Gildan mampu menembus pasar dunia dan menjadi pabrik terbaik produsen t-shirt polos saat ini.

Awal Pendirian Perusahaan

Gildan pertama kali dirintis oleh Glenn Chamandy dan Greg Chamandy pada tahun 1984. Mereka berdua mulai memulai bisnis ini dengan mengakuisisi sebuah pabrik industri pakaian di Montreal, Canada. Awalnya, tujuan utama pendirian Gildan saat itu adalah untuk menjadi pemasok kaos kepada anak perusahaannya, Harley Inc.

Mulai Fokus Pada Industri Pakaian

Setelah berjalan selama sepuluh tahun, Harley Inc akhirnya ditutup pada tahun 1994. Penyebabnya adalah karena Gildan ingin memfokuskan bisnisnya pada pengembangan bisnis dengan brand Gildan Activewear. Tiga tahun kemudian, Gildan membuka sebuah pabrik garmen di daerah San Pedro Sula, Honduras.

Hebatnya, pada tahun tersebut, Gildan menjadi produsen activewear grosiran pertama yang memperoleh standar sertifikasi Internasional. Sertifikasi tersebut meliputi penilaian spesifikasi seragam standar untuk industri tekstil. Sertifikasi tersebut juga memastikan bahwa proses dan produksi akhir Gildan telah diuji mengandung jumlah zat berbahaya yang lebih rendah dari standar yang ditetapkan dunia.

Dalam aktifitas produksinya , Gildan menerapkan sistem proses produksi yang ramah lingkungan. Seperti sistem pengelolaan limbah yang diterapkan di Republik Dominika dan Honduras. Di negara tersebut, Gildan memanfaatkan manajemen limbah biologis yang dikombinasikan dengan gravitasi dan mikroorganisme.

Dengan teknologi mutakhir berupa pemanfaatan sinar matahari, sistem produksi yang dilakukan pun bisa meminimalisir pewarna limbah dan bahan kimia jahat. Dengan demikian, ekosistem di lokasi setempat pun tetap stabil, sehingga tidak merugikan lingkungan di sekitarnya.

Menjadi Nomor Satu di Negeri Paman Sam

Seiring berkembangnya perusahaan, Gildan kemudian semakin memperkuat sistemnya. Dalam aktifitas usahanya, perusahaan ini menerapkan teknologi canggih dan mengkombinasikannya dengan menekan biaya sehingga dapat menetapkan harga jual di bawah produsen Tiongkok. Padahal tiongkok terkenal dengan harga produknya yang selalu paling murah di dunia.

Namun di sisi lain, Gildan juga dinilai sangat peduli akan kesejahteraan pekerjanya sehingga memberikan layanan kepada pekerjanya berupa fasilitas klinik kesehatan di lingkungan perusahaan. Sistem manajemen pabrik yang terintegrasi secara vertikal ini membuat kredibilitas perusahaan semakin menguat.

Tak lama kemudian pada tahun 2001, perusahaan dengan jumlah pekerja yang mencapai 1.200 karyawan pada saat itu menyandang gelar sebagai perusahaan produsen kaos polos nomor satu di Amerika Serikat.

Pengembangan Pabrik dan Diversifikasi Produk

Setelah menjadi nomor satu di Amerika, Gildan pun mulai mengembangkan perusahaannya keluar benua. Pembenahan dan peningkatan kapasitas pun dilakukan. Dalam aktifitas produksinya tersebut, Gildan mulai melakukan seluruh prosesnya secara mandiri. Mulai dari pewarnaan, pemotongan, penjahitan sampai proses finishing pun dilakukan di pabriknya sendiri.

Ekspansi perusahaan pun dilakukan pada tahun-tahun berikutnya. Setelah membuka pabrik di Rico Nance, Honduras, Gildan membuka cabang pabrik lagi di Nicaragua dan Republik Dominika. Sedangkan pusat distribusi yang dipilih adalah di Charleston, Carolina Selatan. Charleston dipilih karena dianggap paling strategis dan mudah diakses dimana-mana.

Beragam macam produk dengan model dan bahan baru pun mulai dipasarkan. Diantaranya dengan meluncurkan kaos dengan bahan ringer, heavy, ultra dan premium. Selain itu, Gildan juga mulai memproduksi pakaian lain seperti tie dye, fleece, sweater dan sport shirts. Perusahaan ini pun menelurkan beberapa anak merk / label pribadi, diantaranya Gold Toe, Auro, All Pro, dan Gildan.

Merambah Asia-Eropa dan Menjadi Raksasa

Gildan pun tumbuh semakin besar dan kuat. Pada tahun 2010, Gildan menginvestasikan sebesar US$ 15 juta dengan mengakuisisi Shahriyar Fabric Industries Limited, Bangladesh. Bangladesh sengaja dipilih karena merupakan salah satu eksportir tekstil terbaik di dunia. Selain itu, eksplorasi di Bangladesh dilakukan sebagai salah satu kontribusi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di Asia dan Eropa.

Kemudian setahun berikutnya, Gildan membeli Gold Toe Moretz, salah satu produsen kaos kaki yang berpusat di Carolina Utara. Lalu di tahun 2012 Gildan semakin menancapkan bisnisnya dengan membeli perusahaan besar Anvil Holdings Inc. Perusahaan tersebut merupakan produsen pakaian yang telah berkiprah dalam industri pakaian selama lebih dari 130 tahun.

POST REPLY